Waw.. udah lama banget ga nulis. Gara-gara apa gerangan? Malas aja mungkin. Tapi kalo dipikir-pikir ga juga, online aja hampir tiap hari. Kalo diliat-liat gara-garanya mungkin sibuk ngerjai tugas-tugas dan entah itu tugas siapa. Satu lagi nih gara-garanya, facebook. Ini situs kayanya sudah menghipnotis saya. Tiap online situs pertama yang dibuka pasti facebook. Sialnya lagi, yang awalnya niat nyari bahan buat tugas akhir a.k.a TA pasti kalah sama facebook.
Mulai sekarang saya janji, harus bisa ngatur waktu, jangan facebook terus.
Selasa, 02 Juni 2009
Gara-Gara Facebook
Label: Cerita KuKamis, 16 April 2009
Kontes Berhadiah Laptop, Blackberry, Motor, Flashdisk, Dll
Penyelenggara : Tung Desem Waringin
Tempat : Rumah Anda, Warnet, Hotspot Area dll (yg ada koneksi internetnya)
Tanggal/Waktu : 13 April jam 0:00 sampai 05 Mei jam 23:55
Segera mendaftar di sini. Selanjutnya Anda akan mendapat petunjuk melalui email dan halaman member area. Anda bisa login setelah terdaftar sebagai member. Demikian semoga bermanfaat, dan mohon maaf bila kurang berkenan.
Klik disini untuk melanjutkan »»
Rabu, 15 April 2009
Saya dan Olahraga
Label: Cerita Ku"Olahraga itu penting", betul ga pernyataan tersebut. Kalau menurut saya sih betul banget, karena dengan olah raga badan kita jadi lebih fit dan sehat. Tapi tentunya juga harus diimbangi nutrisi yang baik biar ga sakit karena olahraga itu sendiri. Saya sudah sejak dari kecil disuruh orang tua untuk berolahraga, biar ga sehat katanya. Alhasil permintaan-permintaan saya, asal itu untuk olahraga selalu dikabulkan, senang nih punya ortu yang penuh dukungan kaya gini.
Waktu saya masih SD saya sempat ikut yang namanya karate. Kenapa sih karate? awalnya sih cuma ikut-ikutan teman sekelas, tapi keterusan. Kalau karate sih lumayan menguras tenaga dan melatih fisik. Soalnya sebelum latihan kita semua melakukan pemanasan, yang agak berat sih biasanya kita melakukan lari yang cukup jauh bagi anak seusia saya dulu. Berhubung saya orangnya cepat bosan, karate pun ditinggalkan, suma sampai sabuk hijau nih. he...
Berlanjut ke olahraga yang tidak perlu biaya banyak tapi sangat populer, sepak bola. Dari SD sampai SMP olahraga ini nih yang ditekuni. Soalnya, hampir semua teman saya menyukai permainan ini, kebawa deh. Sparing dengan anak sekolah lain tentunya menjadi hal yang ditunggu tiap minggunya.
Kelas 3 SMP samapi kelas 1 SMA sempat nyoba tenis meja, ini juga karena ada ayah teman saya yang bisa ngelatih anak-anak maintenis meja. Ga nyangka kalau olahraga ini perlu biaya yang lumayan mahal. Tapi ga apalah, asal olahraga seru masalah biaya bisa dpikirkan kemudian.
Tapi pas SMA kelas 2, berhubung di SMA saya hanya tersedia lapangan basket dan voli, pilihan pun jatuh pada permainan basket. Kata orang sih kalau hebat main basket, banyak cewe yang suka nantinya. Mungkin ini nih kenapa saya suka main basket. Latihan demi latihan dengan senang hati dilakukan. Kalau menurut saya sih olahraga ini yang paling melelahkan untuk dilaksanakan. Cobain deh kalau ga percaya.
Lalu sekarang, pas kuliah. ga tau kenapa, saya sudah jarang olahraga. Tapi beberapa bulan terakhir saya kembali kecanduan olahraga nih. Futsal, seru nih olahraga. Mainnya ga perlu mengalami yang namanya kepanasan dan kehujan, indor soalnya. Sumpah, mau pingsan rasanya waktu pertama kali nyobain main, udah lama ga olah raga soalnya. Main sama anak arsitektur 05 emang asyik. Kalah menang ga masalah yang penting happy.
Salam,
Selasa, 14 April 2009
ARSITEKTUR GEREJA KRISTEN LAMA
Label: Artikel Arsitektur, Sejarah ArsitekturSeni dan Arsitektur
Dengan semakin dekatnya unsur negara dan gereja, maka gedung pengadilan pemerintah Roma yaitu gedung Basilika digunakan tidak hanya memperkarakan pengadilan sipil saja tetapi juga pengadilan agama, akhirnya kekuasaan politik para kaisar pudar dan gereja berkembang. Selanjutnya Gedung Basilika mejadi dasar perkembangan bentuk gereja di Roma. Seni yang lain juga dikembangkan dengan gereja sebagai pusat perkembangan seni dan budaya serta keagamaan di tiap-tiap kota di Eropa. Kota-kota di Eropa berlomba membangun kompleks gereja atau Katedral.
Karakter Arsitektur
Bentuk dasar Arsitektur gereja Kristen Lama mengacu dari bentuk arsitektur Romawi, dimana arsitektur Kristen Lama mengalami evaluasi dalam beberapa tahap. Pengaruh lain secara umum adalah pemakaian altar, yang digunakan sebagai tempat untuk persembahan pada para dewa Romawi, pada masa Kristen lama juga dipakai untuk persembahan suci.
Pemakaian model catacombe, yaitu makam umat Kristen yang terletak pada ceruk-ceruk bukit, merupakan lorong-lorong panjang dan gelap (tempat ini digunakan untuk tempat peribadahan). Pada waktu agama Kristen masih dilarang model ini digunakan bila membangun katedral, maka nama katedral tersebut memakai nama orang yang disucikan dan dimakamkan di situ, sedangkan diatas makam tersebut dibangun altar.
Denah :
Bentuk denah Basilika yang dikembangkan dengan menghilangkan salah satu tribun yang berbentuk setengah lingkaran, sehingga tribun yang tinggal dijadikan sebagai suatu pengakhiran yaitu Apse (apsis). Jalan masuk dari tengah/sisi memanjang dipindah ke Barat, sehingga umat yang datang langsung menghadap altar. Sedangkan Nave atau ruang induk (ruang peribadahan) dipisahkan oleh sederetan tiang-tiang yang menopang entablature (balok dengan hiasan berbentuk segitiga diatasnya), atau kalau bentangan lebar, maka deretan kolom memakai bentuk setengah lingkaran diatasnya.
Kemegahan dicapai melalui kesan perspektif memanjang ke arah Sanctuan (tempat altar) dan diakhiri oleh Apse di mana tempat Imam berada. Hal yang demikian ini dikomposisikan dengan perbandingan tinggi/rendahnya langit-langit sehingga proporsinya kelihatan lebih panjang dari yang sebenarnya.
Gereja basilica diberi kiblat sehingga pusat perhatian yaitu ½ lingkaran di dalam Apse (apsis) berada di sisi timur ke arah Yerusalem. Pada perkembangan gereja selanjutnya yaitu perluasan dikedua sisi (navis), sehingga denahnya berbentuk salib yang selanjutnya mengawali bentuk poko yang bertahan sampai sekarang.
Meskipun dari luar tampak sederhana namun gereja-gereja yang dibangun masa Kaisar Constantinus (sebelum memindahkan ibukota) memperindah keindahan interiornya. Agama Kristen Lama mengikuti adat Ibrani, yang melarang pemujaan patung maka gerejanya tidak dihiasi patung sebesar manusia yang sebelumnya banyak menghiasi basilica-basilika romawi.

Atap :
Atap ditutup dengan konstruksi kayu yang sederhana, dimana hal ini merupakan tipikal dari arsitektur Kristen Lama. Bentuk keseluruhan secara skyline adalah horizontal dan sederhana.
Dinding :
Pemakaian metode konstruksi dari Romawi, yaitu beton/batu yang diplester dan diberi hiasan ornamen Mosaic yaitu pecahan batuan berwarna-warni memberikan efek estetis dan plastis, sehingga berkesan cerah, merah dan biasanya hiasan tersut menceritakan tentang Nabi Isa As.

Bangunan-Bangunan pada Masa Kristen Lama

Klik disini untuk melanjutkan »»
Karakter Arsitektur
Bentuk dasar Arsitektur gereja Kristen Lama mengacu dari bentuk arsitektur Romawi, dimana arsitektur Kristen Lama mengalami evaluasi dalam beberapa tahap. Pengaruh lain secara umum adalah pemakaian altar, yang digunakan sebagai tempat untuk persembahan pada para dewa Romawi, pada masa Kristen lama juga dipakai untuk persembahan suci.
Pemakaian model catacombe, yaitu makam umat Kristen yang terletak pada ceruk-ceruk bukit, merupakan lorong-lorong panjang dan gelap (tempat ini digunakan untuk tempat peribadahan). Pada waktu agama Kristen masih dilarang model ini digunakan bila membangun katedral, maka nama katedral tersebut memakai nama orang yang disucikan dan dimakamkan di situ, sedangkan diatas makam tersebut dibangun altar.
Denah :
Bentuk denah Basilika yang dikembangkan dengan menghilangkan salah satu tribun yang berbentuk setengah lingkaran, sehingga tribun yang tinggal dijadikan sebagai suatu pengakhiran yaitu Apse (apsis). Jalan masuk dari tengah/sisi memanjang dipindah ke Barat, sehingga umat yang datang langsung menghadap altar. Sedangkan Nave atau ruang induk (ruang peribadahan) dipisahkan oleh sederetan tiang-tiang yang menopang entablature (balok dengan hiasan berbentuk segitiga diatasnya), atau kalau bentangan lebar, maka deretan kolom memakai bentuk setengah lingkaran diatasnya.
Kemegahan dicapai melalui kesan perspektif memanjang ke arah Sanctuan (tempat altar) dan diakhiri oleh Apse di mana tempat Imam berada. Hal yang demikian ini dikomposisikan dengan perbandingan tinggi/rendahnya langit-langit sehingga proporsinya kelihatan lebih panjang dari yang sebenarnya.
Gereja basilica diberi kiblat sehingga pusat perhatian yaitu ½ lingkaran di dalam Apse (apsis) berada di sisi timur ke arah Yerusalem. Pada perkembangan gereja selanjutnya yaitu perluasan dikedua sisi (navis), sehingga denahnya berbentuk salib yang selanjutnya mengawali bentuk poko yang bertahan sampai sekarang.
Meskipun dari luar tampak sederhana namun gereja-gereja yang dibangun masa Kaisar Constantinus (sebelum memindahkan ibukota) memperindah keindahan interiornya. Agama Kristen Lama mengikuti adat Ibrani, yang melarang pemujaan patung maka gerejanya tidak dihiasi patung sebesar manusia yang sebelumnya banyak menghiasi basilica-basilika romawi.

Atap :
Atap ditutup dengan konstruksi kayu yang sederhana, dimana hal ini merupakan tipikal dari arsitektur Kristen Lama. Bentuk keseluruhan secara skyline adalah horizontal dan sederhana.
Dinding :
Pemakaian metode konstruksi dari Romawi, yaitu beton/batu yang diplester dan diberi hiasan ornamen Mosaic yaitu pecahan batuan berwarna-warni memberikan efek estetis dan plastis, sehingga berkesan cerah, merah dan biasanya hiasan tersut menceritakan tentang Nabi Isa As.

Bangunan-Bangunan pada Masa Kristen Lama

- St. Peter, Roma
- St. Clemente, Roma
- St. Paolo Fuori Le Mura
- St. Lorenzo Fuori Le Mura
- St. Agnese Fuori Le Mura
Senin, 13 April 2009
Kehilangan Masa Muda
Label: Cerita KuTadi malam buka facebook, kebetulan ada teman lama juga lagi ol. Dia adalah Judid, sempat kuliah di arsitektur juga nih, tapi berhubung lolos tes masuk IPDN maka dia memutuskan untuk memilih menempuh dendidikan di IPDN tersebut. Chating pun tidak dapat dihindari, berikut sebagian perbincangan yang bisa saya tampilkan (sebagian sudah saya translate ke bahasa Indonesia agar lebih mudah dipahami):
Gusti : woyyyyyyyy
Roby : woyyyyyyyyyyyy..
di mana?
Gusti : aku di tanjung, udah mulai masuk gawe.
udah sidang?
Roby : haha.. belum, masih santai..
kamu udah wisuda ya?
Gusti : saya udah wisuda..
6 maret tadi.
Roby : cape ga orang kerja?
Gusti : kadang cape,, kadang nyantai..
tapi ini lagi cape2nya, ngebantu orang pemilu soalnya.
Roby : he, makanya ku mau nyantai dulu sebelum masuk dunia kerja..
masih pengen menikmati masa muda..
Gusti : betul itu by,,,
saya ini masa mudanya kurang bahagia, ga merasakan kehidupan kaya
mahasiswa laen...
Roby : haha... (bersyukur masa muda saya cukup bahagia)
sabar aja.. dah resiko itu..
Gusti : ah,,,ngejek saya ni...heee
...........................................
Itu lah sebagian isi chating saya. Lalu saya berfikir, kalau saya dah lulus nanti begitu lah keadaannya, kehilangan masa muda. Kayanya masih belum siap, masih pengen nyantai soalnya. Tapi apa boleh buat, ga mungkin donk kita sebagai manusia terus menggantungkan hidup sama orang lain (baca: orang tua). Malahan kalau bisa kita yang harusnya menghidupi orang tua, biar ntar ortu udah pensiun, beliau ga perlu bingung lagi nyari biaya hidup.
Salam,
Klik disini untuk melanjutkan »»
Salam,
Langgan:
Entri (Atom)









